--- title: Sistem Gerak Manusia desc: Bab 2 Biologi: sistem gerak manusia (bahan PH 2) --- Sistem Gerak Manusia
Sistem Gerak Manusia

Alat gerak manusia terdiri dari tulang sebagai alat gerak pasif dan otot sebagai alat gerak aktif.

Rangka

Rangka tubuh kita merupakan rangka dalam (endoskeleton) yang terdiri dari tulang-tulang. Manusia dewasa memiliki ± 206 tulang yang terdiri atas:

Fungsi rangka di antaranya adalah:

  1. Penegak tubuh
  2. Pemberi bentuk tubuh
  3. Pelindung organ dalam yang penting
  4. Tempat melekatnya otot
  5. Alat gerak pasif
  6. Pembentuk sel darah
  7. Pembentuk sumsum kuning

Bagian-Bagian

db637f23a746108478aa762299e50d05.png

Jenis-Jenis Tulang

Tulang Rawan

Tulang rawan adalah tulang yang bersifat lentur. Tulang rawan tidak mengandung pembuluh darah. Sel tulang rawan disebut kondrosit. Tulang rawan diselubungi oleh membran yang disebut perikondrium. Perikondrium berfungsi menyuplai kebutuhan tulang rawan karena mengandung pembuluh darah.

Ada 3 jenis tulang rawan, yaitu tulang rawan hilain, tulang rawan fibrosa, dan tulang rawan elastis.

  1. Tulang rawan hialin
    bb8ba7b45bba4d7edd7480a6b52ced89.png

    Tulang rawan hialin terdiri atas serabut-serabut kolagen yang terbenam dalam bahan dasar yang bening seperti kaca. Tulang rawan hialin dapat dijumpai menutupi ujung tulang pipa sebagai tulang rawan sendi, pada dinding trakea dan saluran pernapasan lainnya, serta pada tulang rawan iga (rusuk).

  2. Tulang rawan fibrosa
    05e6dc032b29d66cdc7ad3cf88f0ad41.png

    Tulang rawan fibrosa dibentuk oleh berkas-berkas serabut. Tulang rawan fibrosa dijumpai di tempat yang memerlukan kekuatan besar seperti pada tulang gelang panggul dan tulang tempurung lutut.

  3. Tulang rawan elastis
    Tulang rawan elastis berwarna kuning karena mengandung banyak serabut elastis berwarna kuning. Tulang rawan elastis terdapat pada cuping hidung, saluran eustachius, dan daun telinga.

Tulang Keras

Tulang keras berasal dari tulang rawan. Proses pengerasan tulang disebut osifikasi. Tulang keras tersusun atas sel-sel hidup yang disebut osteosit.

b5162faefe091d368831e50a0eef6762.png

Berdasarkan bentuknya, tulang keras dapat dibedakan menjadi 4, yaitu:

  1. Tulang pipa
    Tulang pipa merupakan tulang yang terdapat pada sistem alat gerak atas dan bawah manusia, contohnya pada tulang lengan atas, tulang pengumpil, hasta, paha, dan betis.
  2. Tulang pipih
    Tulang pipih berbentuk pipih dan terdapat pada tulang tengkorak. rusuk, dada, dan belikat.
  3. Tulang pendek
    Tulang pendek berbentuk pendek dan terdapat pada tulang pergelangan tangan dan kaki.
  4. Tulang tidak beraturan
    Tulang tidak beraturan berbentuk tidak beraturan dan terdapat pada tulang belakang.

Perbedaan tulang rawan dan kerasa:

No. Pembeda Tulang rawan Tulang keras
1. Sel tulang Kondrosit Osteosit
2. Matriks Kondrin + protein polisakarida Zat kapur
3. Jumlah zat perekat Banyak Sedikit
4. Jumlah zat kapur Sedikit Banyak
5. Sifat Lentur Keras; tidak lentur

Tulang Pengikat Sendi

Tulang pengikat sendi merupakan jaringan ikat yang sifatnya lentur. Pengikat sendi berfungsi menghubungkan dua atau beberapa tulang yang dapat bergerak sehingga membentuk suatu sendi.

Sendi

Sendi merupakan hubungan antara 2 buah tulang yang memudahkan terjadinya gerakan. Menurut kemungkinan geraknyna, persendian dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu sendi mati (sinartrosis), sendi kaku (amfiartrosis), dan sendi gerak (diartrosis).

  1. Sendi mati (sinartrosis)
    Sendi mati merupakan hubungan antartulang yang tidak memungkinkan terjadinya gerakan, misalnya pada hubungan antartulang tengkorak.

  2. Sendi kaku (amfiartrosis)
    Sendi kaku merupakan hubungan antartulang yang memungkinkan gerak yang sangat terbatas, seperti pada hubungan antara tulang rusuk dan tulang dada dan hubungan antara ruas-ruas tulang belakang.

  3. Sendi gerak (diartrosis)
    Sendi gerak merupakan hubungan antartulang yang memungkinkan terjadinya bermacam-macam gerakan. Ada sekitar 70 sendi gerak di dalam tubuh manusia.

      Sendi gerak dibedakan menjadi:

      Nama sendi Arah Letak Gambar
      Peluru Segala arah
    • Tulang paha dengan gelang panggul
    • Tulang lengan atas dengan tulang gelang bahu
    • 9b7a4c80170aba47e1fa165cbd70cc5a.png
      Engsel Satu arah
    • Siku
    • Sendi-sendi pada jari tangan dan jari kaki
    • f100a2ba933f71b0b7b2839859baa18d.png
      Putar Gerakan berputar
    • Ruas tulang leher pertama dengan ruas tulang leher kedua
    • Hasta dan pengumpil yang memungkinkan gerakan pada lengan bawah
    • 234c05467d914973863ab4672672b449.png
      Geser Gerakan pada satu bidang atau gerak bergeser
    • Persendian pada pergelangan kaki dan tangan
    • b6f3e1b724daaf72db12504c91286468.png
      Pelana Gerakan ke samping kanan dan samping kiri atau ke atas dan ke bawah
    • Ibu jari tangan
    • 64c2340fd6e766d9e57b6161ad4e8c97.png
      Gulung Pergerakan membengkok/menekuk (fleksi), meluruskan (ekstensi), mendekati tubuh (abduksi), dan menjauhi tubuh (adduksi)
    • Sendi di rahang
    • Sendi di jari tengah

Otot

Otot merupakan jaringan yang merupakan kemampuan untuk berkontraksi sehingga berperan sebagai alat gerak aktif.

2f23da223a7921ce287a7a482fd1bcb5.png

Otot terdiri dari:

  1. Sarkolema
    Membran yang melapisi suatu sel otot yang fungsinya sebagai
    pelindung otot.
  2. Sarkoplasma
    Cairan sel otot yang fungsinya tempat mikrofibril dan mikrofilamen.
  3. Miofibril
    Serat-serat pada otot.
  4. Miofilamen
    Benang-benang halus yang berasal dari miofibril.

Karekteristik otot:

  1. Kontraktibilitas
    Kemampuan otot untuk memendek (kontraksi).
  2. Ekstensibilitas
    Kemampuan otot untuk memanjang (relaksasi).
  3. Elastisitas
    Kemampuan otot untuk kembali pada keadaan semua setelah kontraksi ataupun relaksasi.

Jenis-jenis otot:

  1. Otot polos
  2. Otot lurik/rangka
  3. Otot jantung

Tabel perbandingan:

Perbedaan Otot lurik Otot polos Otot jantung
a957e917c3c51af9f0c88e28c764c9ea.png dd75dc9d400e1630a77da7eeafa417fa.png 20eb8c38656a0f458c166b3f0a0a4b66.png
Bentuk Silindris Gelendong Silindris bercabang
Inti 1 (di tengah) Banyak (di tepi) Banyak (di tengah)
Ada/tidaknya cabang × × âœ”
Ada/tidaknya garis gelap-terang (lurik) ✔ × âœ”
Cara kerja Gerakan dilakukan secara sadar; mudah lelah Gerakan dilakukan secara tidak sadar; tidak mudah lelah Gerakan dilakukan secara tidak sadar; tidak mudah lelah; gerakan berirama
Reaksi terhadap rangsangan Reaksi terjadi cepat setelah rangsangan diterima Reaksi lambat Reaksi lambat
Letak
  • Melekat pada rangka
  • melingkari mata
  • mulut
  • Dinding organ dalam seperti usus, pembuluh darah, saluran pencernaan, trakea, saluran kelamin, dan saluran ekskresi Dinding jantung

    Cara Kerja

    Otot bekerja dengan memendek (berkontraksi) dan mengendur (relaksasi).

    Berdasarkan cara kerjanya, otot dibagi menjadi 2, yaitu:

    1. Otot sinergis
      Adalah 2 otot atau lebih yang bekerja secara bersama-sama dengan tujuan yang sama—berkontraksi bersama dan berelaksasi bersama.

      Contoh:

      • Otot antar tulang rusuk yang bekerja secara bersama ketika menarik napas.
      • Otot pronator yang menyebabkan telapak tangan menengadah atau menelungkup.
    2. Otot antagonis
      Adalah 2 otot atau lebih yang tujuan kerjanya berlawanan

      Contoh: Otot bisep dan trisep. Untuk mengangkat lengan bawah, otot bisep berkontraksi dan otot trisep berelaksasi. Untuk menurunkan lengan bawah, otot trisep berkontraksi dan otot bisep berelaksasi.

      Gereakan yang disebabkan oleh otot antagonis:

      • Otot ekstensor (meluruskan) dengan fleksor (membengkokkan)

      • Otot abductor (menjauhi sumbu badan) dengan adductor (mendekati sumbu badan)

      • Otot supinator (menengadah) dengan pronator (menelungkup)

      • Otot depressor (gerakan ke bawah) dengan elevator (gerakan ke atas)

        0007018d8faa8f790089e85672017af4.png

    Kelainan, Gangguan, dan Kelainan pada Sistem Gerak Manusia

    Gangguan Tulang

    1. Patah tulang
      Patah tulang dibedakan menjadi 2 macam, yaitu patah tulang tertutup (fisura) dan patah tulang terbuka (fraktura). Patah tulang terbuka dibagi lagi menjadi 2, yaitu fraktura terbuka dan tertutup.

      2284c8bde9e5ad779aa8909c782c7f01.png

      2b64c6b791db43e1230d75cd9915bf5f.png

      bd42395287fe4d5fa4a8414a5fd3893e.png

    2. Osteoporosis
      917af3b67d423d319ace3a002567f1b4.png

      Osteoporosis adalah kondisi berkurangnya kepadatan tulang. Hal ini menyebabkan tulang menjadi keropos dan mudah patah.

      Osteoporosis bisa dialami oleh siapa saja, termasuk anak-anak dan orang dewasa. Namun, wanita yang telah memasuki masa menopause akan rentan mengalaminya karena berkurangnya kadar estrogen yang berperan penting dalam menjaga kepadatan tulang.

    3. Rakitis
      17172a494da6f609fc23116faec149ad.png

      Rakitis adalah kelainan pertumbuhan tulang pada anak yang disebabkan oleh kekurangan vitamin D. Rakitis dapat menyebabkan tulang menjadi lunak dan rapuh, sehingga mudah patah. Rakitis dapat ditandai dengan kelainan pada tulang, misalnya kaki yang berbentuk X atau O.

    4. Skoliosis, Kifosis, Lordosis

      • Skoliosis adalah kondisi di mana tulang belakang melengkung ke samping secara tidak normal.
      • Kifosis adalah kondisi di mana tulang belakang di area punggung bawah
        melengkung atau bengkok ke belakang
        .
      • Lordosis adalah kondisi di mana tulang belakang di area punggung bawah melengkung atau bengkok ke depan.

      ce6f8e7785ca3cc0811f34d8e4e50a1a.png

    Gangguan Sendi

    1. Dislokasi sendi
      Dislokasi merupakan masalah pada tulang berupa bergesernya tulang dari sendi atau posisi yang semestinya. Dislokasi dapat terjadi pada sendi manapun, tetapi yang tersering mengalaminya adalah sendi bahu, jari, siku, lutut, dan panggul.

      d6aee6f7f098ccb29892baa42d68744a.png

    2. Artritis (radang sendi)
      Artritis adalah peradangan yang terjadi pada satu atau beberapa sendi, sehingga menyebabkan sendi menjadi kaku dan sulit untuk digerakkan.

      Radang sendi bisa disebabkan oleh beragam hal. Salah satunya adalah penumpukan kristal asam urat yang dikenal dengan gout arthritis.

    Gangguan Otot

    1. Kram otot
      Kram otot dapat terjadi karena otot yang berkontraksi secara terus-menerus dan tidak mengalami relaksasi.
      cf40eb3d42e18d1e194d982f82922130.png

    2. Tetanus
      Kejang otot karena infeksi bakteri Clostridium tetani sehingga otot mengalami kontraksi secara terus-menerus.

    3. Atrofi otot
      Massa otot mengecil sehingga tidak kuat melakukan gerakan.

      c93d4ff0eeb4999d821349e213501f69.png

    4. Hipertrofi
      Otot membesar karena aktivitas berlebihan/dilatih secara terus menerus.

      b07c906509be92a5724b2cf8ee4cba7b.png